10 tips Public Speaking dari “TED Talk”

10 tips Public Speaking dari “TED Talk”

Banyak mantan mahasiswa atau mahasiswa yang baru lulus tidak dibekali dengan skill public speaking yang baik, bahkan sebagian besar jurusan atau fakul

Public Speaking – PT Kaltim Methanol Industri
Public Speaking for Selling – PT. GALVA TECHNOLOGIES
Public Speaking batch 119

Banyak mantan mahasiswa atau mahasiswa yang baru lulus tidak dibekali dengan skill public speaking yang baik, bahkan sebagian besar jurusan atau fakultas yang ada di Indonesia tidak ada mata kuliah tentang public speaking, padahal skill public speaking ini sangat dibutuhkan pada saat masuk ke dunia Corporate. Apalagi ketika mencari pekerjaan tidak jarang perusahaan menerapkan tes yang melihat skill menyampaikan pendapat didepan umum, dan banyak yang gagal karena tidak menguasai skill ini.

Terlepas dari bagaimana cara Anda berbicara di depan umum, ada beberapa strategi yang sangat efektif untuk digunakan dalam menyampaikan ide atau gagasan secara lebih menarik. Beberapa kiat dan tips berikut barangkali akan membuat presentasi anda lebih menarik seperti para public speaking yang tampil di TED Talk :

1. Kenali Audience Anda.
Keep in mind whom you are going to be addressing when you craft your presentation. -Robert Sternberg, PhD, (Professor of human development Cornell University). Siapa peserta Anda, apakah para profesor, atau para pelajar, atau mungkin para karyawan sebuah perusahaan? Apa yang ingin mereka dengar? apa yang sebenarnya mereka butuhkan? Mengetahui siapa yang Anda ajak bicara akan membantu Anda menyesuaikan pembicaraan dan akan membantu audience Anda terlibat didalam kelas.

2. Keep it simple, Terutama saat Anda Audience Anda beragam.
“People have a tendency to give presentations the audience doesn’t understand,” – Barry Schwartz, PhD, (psychology professor emeritus at Swarthmore College). Beliau menyarankan ketika Anda memberikan materi, pilihlah materi yang membuat audience anda merasa pintar dan juga mereka mau belajar lebih tentang topik tersebut.”

3. Lebih penting koneksi daripada materi.
To best engage listeners, build your speech from an emotional place rather than from the content, says Kristi Hedges, (leadership coach dan penulis buku “The Power of Presence: Unlock Your Potential to Influence and Engage Others.”) Data fakta yang Anda berikan tidak akan efektif jika audience tidak tertarik dengan Anda. Hasrat Anda tentang suatu topik akan membuat orang lain juga tertarik dengan topik tersebut, karena berbicara tanpa antusias akan menguras energi didalam kelas tersebut, dan materi Anda tidak akan terlihat oleh audience. “Bicaralah untuk membujuk, tidak hanya untuk menginformasikan,”

 

4. Jadilah authentic.
Beberapa pembicara mungkin mencoba terdengar seperti seseorang yang mereka kagumi dan bukannya menjadi diri mereka sendiri, catatan Daniel Gilbert, PhD, profesor psikologi di Harvard University. “Beberapa orang mencoba bernyanyi seperti penyanyi favorit mereka atau menari seperti penari favorit mereka,” kata Gilbert. “Demikian pula, beberapa pembicara mungkin mencoba terdengar seperti Martin Luther King Jr. atau John F. Kennedy.” Authentic-gunakan bahasa sehari-hari Anda adalah kunci untuk menyampaikan pesan Anda kepada audiens, kata Gilbert.

5. Beragamkan cara penyampaian Materi.
Orang tidak belajar hanya dengan mendengarkan – orang yang berbeda belajar dengan cara yang berbeda, kata Susan H. McDaniel, PhD, presiden APA 2016. Gunakan alat visual (seperti slide atau video), sertakan penelitian dan ceritakan kisah. Anekdot bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk terhubung dengan audiens. “Itu bisa menjadi cerita tentang diri Anda, terutama jika Anda menggunakan humor dan mengasyikkan dari diri sendiri,” kata McDaniel. Salah satu tip penting yang perlu diingat tentang presentasi multimedia: Jangan biarkan teknologi mengaburkan apa yang ingin Anda katakan, kata Schwartz. “PowerPoint sangat hebat, tapi gunakan untuk mendapatkan separuh jalan di sana, daripada mengharapkan untuk melakukan keseluruhan pekerjaan untuk Anda,” katanya.

6. Jangan monoton.
Alasan lain untuk menggunakan media yang berbeda dalam pembicaraan Anda adalah membuatnya lebih dinamis dan menarik. “Menggunakan media campuran menciptakan energi dan semangat,” kata Hedges. Pikirkan cara menggunakan slide, video, audio, handout, alat peraga dan bahkan polling smartphone spontan untuk melibatkan audiens Anda.

7. Stick to your points.
Sebelum Anda berbicara, tentukan poin utama Anda dan garis besar mereka, kata McDaniel. Beberapa orang merujuk pada catatan di atas panggung sementara yang lain mungkin menggunakan slide PowerPoint atau Keynote sebagai petunjuknya. Satu tip peringatan: Hindari meletakkan teks pidato Anda dalam slide. “Menulis kata-kata yang akan Anda katakan pada slide itu membosankan,” kata McDaniel. “Slides harus digunakan untuk penekanan.”

8. Kenali Ruang.
Datang lebih awal, supaya Anda bisa merasakan suasana dan kondisi tempat Anda menyampaiakan materi. Uji coba peralatan yang Anda gunakan, Laptop, LCD projector, mic, audio. Persiapan awal anda akan membantu saat penyampaian materi berlangsung.

9. Jangan Mengajar terus.
Perlu diingat bahwa orang tidak memiliki rentang perhatian yang panjang. Jika Anda perlu menjelajahi topik secara mendalam, gunakan humor, video menarik atau media lain untuk menyajikan berbagai aspek topik. Anda juga bisa memecah pembicaraan panjang dengan mengajukan pertanyaan kepada penonton, saran Hedges.

10. Sisakan waktu untuk tanya jawab.
Berbicara sampai menit terakhir adalah kesalahan umum yang banyak dilakukan pembicara, kata Hedges. Jika Anda memiliki presentasi selama satu jam, rencanakan selama 45 menit untuk berbicara dan 15 menit untuk pertanyaan.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
WhatsApp chat