Keterampilan Penting yang Tidak Diajarkan di Sekolah

Keterampilan Penting yang Tidak Diajarkan di Sekolah

Di banyak sekolah di Indonesia, soft skill masih menjadi fokus nomer sekian. Padahal zaman berkembang pesat dan di zaman sekarang setelah lulus sekola

Stop Procrastinating – Work From Home
Hal-Hal yang Wajib Dikuasai Seorang MC
Tips Persiapan Presentasi

Di banyak sekolah di Indonesia, soft skill masih menjadi fokus nomer sekian. Padahal zaman berkembang pesat dan di zaman sekarang setelah lulus sekolah, ketika akan mulai memasuki dunia kerja justru soft skill menjadi yang hal yang utama.

Dalam buku Becoming Brilliant: What Science Tells Us About Raising Succesful Children, 2016, yang ditulis oleh Kathy Hirsh-Pasek, seorang profesor di Temple University di Phidelphia dan Roberta Golinkoff, seorang profesor di University of Delaware, mengatakan bahwa kita harus mengubah cara kita melihat kesuksesan. Kita salah dalam asumsi bahwa langkah pertama menuju kesuksesan adalah mengisi kepala anak-anak dengan hafalan. Hal ini mungkin benar di masa lalu, tetapi itu tidak benar di dunia Google dan ensiklopedi online.

Di dunia saat ini, fakta benar-benar ada di ujung jari kita – Golinkoff

Masalah nyata yang dihadapi anak modern adalah bagaimana kita menyortir, memprioritaskan, dan memanfaatkan semua informasi yang datang pada kita setiap hari. Ini adalah keterampilan berpikir yang tidak bisa diajarkan melalui hafalan. Hirsh-Pasek dan Golinkoff berpikir kita harus menyerahkan pekerjaan menghafal ke komputer karena komputer lebih baik dari kita dalam hal menyimpan informasi. Sebagai orang tua dan pendidik, kita harus fokus pada pengajaran soft skill untuk anak-anak.

Ada banyak Negara yang sebenarnya sudah mulai bergeser fokus pendidikannya, salah satunya adalah Negara Finlandia, dimana ketikan tahun 1991 hanya 5% pekerja yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan, dan ditahun 2003 pekerjaan untuk penelitian itu sudah melonjak menjadi 20% pekerja, apa lagi tahun 2018 ini. Jadi lulusan pendidikan di Finlandia bukan hanya lulusan yang mengerjakan pekerjaan “Fisik”, yang nantinya akan digantikan oleh mesin atau robot.

Dalam buku tersebut juga dikatakan bahwa ada 6 skill yang harus mulai ditanamkan sejak dini atau biasa disebut dengan 6C. 6C yang pertama dan utama yaitu Communication. Keterampilan ini lah yang menjadi concern dari Swaragama Training Center.

Faktanya, saat ini kemampuan berbicara semakin menurun karena ketergantungan akan gadget. Era digital mungkin sudah membuat dunia menjadi lebih kecil, tetapi sisi sebaliknya juga membuat generasi sekarang menjadi generasi penyendiri. Hal ini sering terlihat dalam komunikasi tatap muka, karena mereka kurang mampu secara efektif melakukan percakapan langsung. Beberapa bahkan berjuang dengan tugas-tugas percakapan sederhana seperti mengajukan pertanyaan, mendengarkan secara aktif, dan mempertahankan kontak mata.

Kemampuan berkomunikasi secara lisan, merupakan keahlian nomer satu yang berguna di dunia bisnis – Andrew Zekeri, sosiologis

Kembali ke kenyataan bahwa di Indonesia, kebanyakan sekolah belum sadar akan hal ini. Maka dari itu, Swaragama Training Center mempunyai kepedulian terhadap kemampuan public speaking untuk usia dini. Karena itu, STC mempunyai acara yang ditujukan untuk siswa sd dan smp. Acara ini adalah Swaragama Training Center Goes to School, dimana kami tim STC datang ke sekolah, dan mengadakan pelatihan seperti public speaking, master of ceremony, penyiar radio, dan presenter tv. Acara nya total ada 4 sesi, di setiap sesi selama 1,5 jam. Metode belajarnya dibuat menyenangkan supaya anak-anak lebih nyaman dan tertarik untuk belajar. 60% waktu belajar digunakan untuk praktek melalui permainan-permainan yang sesuai dengan materi praktek.

Pada April 2018 ini, program STC Goes to School ini sudah berjalan di SD Muhammadiyah Condongcatur. Anak-anak terlihat antusias belajar hal yang belum mereka pelajari di sekolah. Terlihat dari total 6 jam pertemuan, mereka berebutan untuk mencoba lebih dulu. Di materi public speaking, mereka belajar tentang bagaimana berdiri yang baik ketika berbicara di depan dan penyesuaian volume suara. Dalam materi master of ceremony (pembawa acara), mereka dilatih untuk membawakan acara dengan menggunakan intonasi suara yang sesuai dengan tipe acaranya. Saat praktek penyiar radio dan presenter tv, mereka mencoba melakukan opening, isi, juga closing dan mereka tampil dengan sangat bagus.

Hubungi kami di nomer +62856 2727 323 atau akses ke swaragamaTC.com

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
WhatsApp chat