Career Workshop – Kecerdasan Emosi at STIE YKPN Yogyakarta

Career Workshop – Kecerdasan Emosi at STIE YKPN Yogyakarta

Pada hari Rabu, 10 Oktober 2018 STC kembali diberikan kepercayaan oleh STIE YKPN Yogyakarta dalam Job Fair & Career Expo yang bekerja sama dengan

Inspiring KJ (Kartini Jogja)
“Build Good Communications for Being Excellent Future Leader” GenBI Yogyakarta
Training For Coordinator – Nasi Uduk Palagan, Januari 2020

Pada hari Rabu, 10 Oktober 2018 STC kembali diberikan kepercayaan oleh STIE YKPN Yogyakarta dalam Job Fair & Career Expo yang bekerja sama dengan Disnakertrans Daerah Istimewa Yogyakarta yang bertempat di Auditorium STIE YKPN Jalan Raya Seturan Yogyakarta. Pada kesempatan ini, seminar karir yang diberikan oleh mas Gideon  membahas tentang kecerdasan emosi. Seminar yang dihadiri oleh 50 peserta ini sebagian besar berstatus mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesi materi seminar membahas mengenai kecerdasan emosi. Kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab peserta di akhir acara. Nah, Sahabat STC pasti sudah pernah mendengar IQ, kan? Bagaimana dengan EQ?

Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosi adalah suatu kemampuan untuk mengelola atau mengontrol emosi dalam diri terhadap diri sendiri dan orang lain atau lingkungan sekitarnya. EQ merupakan salah satu hal yang harus diketahui oleh individu yang sedang atau akan meniti karir. Sebagian besar pencari kerja atau bahkan pekerja lebih mengutamakan IQ daripada EQ. Ini sangat disayangkan karena disebutkan dalam sebuah penelitian bahwa IQ hanya mengantarkan seseorang kepada suatu pekerjaan. Sedangkan yang membuat seseorang mampu bertahan pada suatu perusahaan/pekerjaan dalam kondisi apapun adalah EQ.

Tidak sedikit pekerja yang memiliki IQ tinggi tetapi tidak diimbangi dengan EQ yang sepadan. Ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol emosi saat sedang bekerja dapat memicu beberapa permasalahan. Permasalahan yang dimaksud adalah konflik internal ataupun eksternal. Konflik internal hanya melibatkan diri sendiri, sedangkan konflik eksternal melibatkan individu lain.

Untuk mengatasi keduanya, sudah seharusnya pekerja mengasah EQ. Penting untuk melatih emosi di dalam diri agar mampu menyesuaikan dengan keadaan. Sayangnya, masih banyak individu yang tidak dapat mengontrol emosinya. Sehingga, membuat dirinya tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Hal ini dapat berakibat pada performansi saat bekerja, merenggangnya hubungan dengan rekan kerja, bahkan terdapat jarak dengan atasan. Kita dituntut untuk dapat mengatur dan mengelola emosi kita agar

Acara seminar berjalan lancar dan peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
WhatsApp chat