Public Speaking untuk Wawancara Kerja

Public Speaking untuk Wawancara Kerja

Wawancara kerja itu tak ada bedanya dengan Public Speaking atau ngomong didepan umum, bedanya cuma posisi saja, klo Public Speaking kamu berdiri-tapi

Speak For Lead
Public Speaking Training – Dinas Pariwisata Sleman DIY
“Public Speaking Training” Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Wawancara kerja itu tak ada bedanya dengan Public Speaking atau ngomong didepan umum, bedanya cuma posisi saja, klo Public Speaking kamu berdiri-tapi klo wawancara kerja ya duduk.

Pertanyaan sejuta umat yang ditanyakan saat wawancara kerja adalah “Ceritakan tentang dirimu!” dan ini menjadi momok yang menakutkan untuk kita membicarakan diri kita sendiri.

Padahal kita adalah AHLI tentang diri kita sendiri (ketika seorang diminta ngomong didepan biasanya dia adalah ahli sesuatu) dan yang tau tentang diri anda ya tentu diri anda sendiri.  Ada baiknya sebelum menuju hari H pemanggilan, siapkan terlebih dulu jawaban yang bisa kita sampaikan saat wawancara. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat wawancara kerja, so mari simak Do and Don’t saat wawancara kerja dilihat dari segi kemampuan Public Speaking,

DONT :

  1. Jangan hanya menceritakan tentang semua hal yang sudah ada di CV anda!!
  2. Jangan juga menjawab dengan sepatah dua patah kata..
  3. Jangan menguasai pembicaraan, biarkan pihak HR atau User yang menguasai pembicaraan.
  4. Jangan Sok TAU! Kalau anda tidak tau, katakan dengan tenang bahwa anda tidak tau, tapi katakan bahwa anda akan mencari jawabannya.
  5. SOSMED mu!! HR jaman sekarang akan melihat sosmedmu,.pastikan didalamnya baik! Dan usahakan jangan di private dulu.

Do :

  1. Ini adalah kesempatan Anda untuk mengkomunikasikan dalam bentuk cerita tentang kepribadian, kebiasaan kerja, latar belakang, dan minat Anda yang menjadikan Anda kandidat yang tepat untuk pekerjaan tersebut. Kekuatan dan kelemahan Anda, dan JUGA KATAKAN APA YANG ANDA BISA LAKUKAN UNTUK PERUSAHAAN TERSEBUT!
  2. Sampaikan dengan Antusias. Antusiaslah saat menyampaikan siapa diri anda, atau ketika menjawab pertanyaan dari HRD, jangan berlebihan juga.
  3. Listen CAREFULLY. Dengarkan dengan baik-baik setiap apa yang dikatakan dan ditanyakan pewawancara! Jangan menyela ketika mereka sedang berbicara!! Jangan takut bertanya juga ketika apa yang disampaikan pewawancara kurang anda dengar, minta saja mereka mengulangi nya, atau mengklarifikasi pertanyaannya.
  4. Pakai CARA Politisi. Beberapa pembicara publik terbaik di dunia adalah politisi. Seluruh kampanye mereka bergantung pada kemampuan meyakinkan orang bahwa mereka adalah kandidat terbaik untuk posisi itu. Perhatikan ketika politisi berbicara, mereka melakukannya seolah-olah mereka sudah punya posisi tersebut. Mereka berkata, “Aku akan melakukan ini” bukan “Aku mungkin akan melakukannya.” Mereka juga mengatakan, “Aku bisa,” dan tidak, “Aku MUNGKIN bisa.” Ini tidak hanya terdengar percaya diri dan menghilangkan keraguan dari pikiran pendengar, tetapi juga menunjukkan tingkat proaktif.
  5. Hati-hati dengan gesture,.bedakan ketika berbicara didepan dan wawancara. Ketika wawancara gunakan tidak terlalu berlebihan gesture tangan anda. Sesuaikan dengan apa yang disampaikan, dan juga hindarai meletakkan tangan dibawah meja tak terlihat HR. Hindari juga pegang kertas/pena/HP apalagi memainkannya.
  6. PAUSE. Ketika ditanya pertanyaan dalam sebuah wawancara, wajar jika Anda ingin berhenti sebentar dan mempertimbangkan jawaban Anda sebelum memulai. Cukup simpan di bawah empat detik (penelitian menunjukkan bahwa jeda dalam pidato atau percakapan yang lebih lama dari itu membuat pendengar merasa canggung)
  7. CUKUP. Ketahui kapan harus menyelesaikan jawaban Anda. Bahkan jika pewawancara tidak memberi Anda sinyal visual seperti anggukan atau senyuman, jangan takut untuk berhenti berbicara begitu Anda merasa telah menjawab pertanyaan. Itu selalu lebih baik untuk mengatakan kurang dari lebih. Jika pewawancara ingin tahu lebih banyak, dia akan bertanya.
  8. LATIHAN dan LATIHAAN. Jangan berharap bahwa wawancara kerja itu cuma Ngobrol santai yang tidak perlu latihan, wawancara kerja jauh lebih serius dari pada obrolan di Cafe dengan teman-teman.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
WhatsApp chat